
Jakarta – Artis India Neha Dhupia menarik perhatian setelah berhasil menurunkan berat badan sekitar 7 kilogram dalam waktu 21 hari. Ia menjalani pola 18-10-8-4-1 yang diperkenalkan ahli gizi selebriti Richa Gangani.
Pola tersebut belakangan ramai diperbincangkan di India. Selain diklaim dapat membantu menurunkan berat badan, metode 18-10-8-4-1 dirancang sebagai pendekatan yang menggabungkan pola makan, aktivitas fisik, tidur, hidrasi, dan asupan protein.
Dikutip dari Times of India, pola ini semakin populer setelah Neha Dhupia membagikan pengalamannya menjalani tantangan tersebut selama tiga minggu. Klaim penurunan berat badan yang ditawarkan mencapai sekitar 5-7 kg.
Namun, konsep 18-10-8-4-1 sebenarnya tidak hanya berfokus pada angka di timbangan. Richa Gangani menyusun pola tersebut dengan tujuan membangun kebiasaan harian yang lebih teratur dan mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Mengenal Pola Diet 18-10-8-4-1
Angka 18-10-8-4-1 merujuk pada lima kebiasaan yang perlu diperhatikan setiap hari. Masing-masing angka memiliki arti tersendiri.
18 berarti menjalani puasa intermiten selama 18 jam dengan waktu makan sekitar 6 jam. Pola tersebut memberikan jeda lebih panjang bagi tubuh di luar waktu makan.
10 mengacu pada target 10.000 langkah per hari. Aktivitas berjalan kaki ini ditujukan untuk meningkatkan pergerakan harian, membantu penggunaan energi, sekaligus mendukung kesehatan jantung.
8 merupakan anjuran tidur sekitar 8 jam setiap malam. Tidur yang cukup menjadi bagian penting karena berhubungan dengan pemulihan tubuh, hormon, energi, dan fungsi metabolisme.
4 berarti memenuhi kebutuhan cairan hingga sekitar 4 liter melalui air dan teh herbal. Hidrasi yang cukup dapat membantu menjaga fungsi tubuh dan mengurangi risiko dehidrasi.
Sementara itu, 1 merujuk pada konsumsi sekitar 1 gram protein per kilogram berat badan. Protein dibutuhkan untuk membantu mempertahankan massa otot sekaligus mendukung komposisi tubuh.
Bukan Sekadar Mengurangi Makan
Berbeda dari sejumlah diet yang berfokus pada pantangan makanan tertentu, pola 18-10-8-4-1 lebih menekankan konsistensi menjalani kebiasaan sehat.
Puasa intermiten, aktivitas fisik, tidur yang cukup, hidrasi, serta konsumsi protein digabungkan dalam satu rutinitas. Tujuannya adalah menciptakan pola hidup yang lebih teratur tanpa harus menghilangkan kelompok makanan tertentu.
Konsep tersebut membuat pola 18-10-8-4-1 dianggap lebih menekankan keseimbangan dibandingkan sekadar membatasi asupan makanan.
Ada Tonik di Awal Hari
Salah satu bagian yang turut menarik perhatian adalah minuman yang dikonsumsi pada pagi hari. Ramuan tersebut terdiri dari kunyit mentah, jahe, merica hitam, biji nigella, serta satu sendok minyak MCT.
Minyak MCT dapat diganti dengan pilihan lemak lain seperti minyak kelapa, ghee, atau minyak zaitun. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan air dan dapat dibekukan menjadi es batu untuk dikonsumsi.
Kunyit dan jahe dikenal mengandung senyawa yang memiliki sifat anti-inflamasi. Sementara itu, minyak MCT merupakan sumber lemak yang dapat digunakan sebagai energi.
Meski demikian, manfaat ramuan tersebut terhadap penurunan berat badan tidak seharusnya dianggap sebagai hasil yang pasti. Penurunan berat badan tetap dipengaruhi oleh keseluruhan pola makan, aktivitas, kondisi tubuh, dan keseimbangan energi.
Pengalaman Neha Dhupia
Neha Dhupia menjadi salah satu figur publik yang membuat pola ini semakin dikenal. Setelah menjalani tantangan selama 21 hari, ia menyebut merasakan sejumlah perubahan selain penurunan berat badan.
Menurut pengalamannya, energi, fokus, dan kejernihan tubuh terasa lebih baik. Sejumlah orang yang mengikuti pola serupa juga mengaku mengalami perubahan seperti berkurangnya kembung, tidur yang lebih baik, hingga kulit yang terlihat lebih sehat.
Namun, pengalaman setiap orang tentu dapat berbeda. Hasil diet tidak bisa disamaratakan karena dipengaruhi usia, kondisi kesehatan, aktivitas, pola makan, dan kebutuhan tubuh masing-masing.
Neha juga menekankan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mencoba pola diet tertentu. Terlebih, puasa dalam durasi panjang dan target asupan cairan maupun protein perlu disesuaikan dengan kondisi setiap individu.
Pada akhirnya, pola 18-10-8-4-1 yang diperkenalkan Richa Gangani tidak hanya diarahkan untuk mengejar penurunan berat badan dalam waktu singkat. Pola tersebut lebih menitikberatkan pada pembentukan rutinitas yang mencakup makan, bergerak, beristirahat, mencukupi cairan, dan memenuhi kebutuhan protein.
Bagi Richa, tujuan utamanya bukan semata-mata mendapatkan tubuh lebih kurus, melainkan membangun kebiasaan yang membuat seseorang merasa lebih sehat dan seimbang secara fisik maupun mental.
