
Jakarta – Telur rebus sering masuk dalam menu diet karena praktis, mudah diolah, dan mengandung protein yang cukup tinggi. Kandungan tersebut dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga seseorang lebih mudah mengatur asupan makanan.
Satu butir telur rebus berukuran besar mengandung sekitar 78 kalori. Selain protein, telur juga menyediakan berbagai vitamin, mineral, dan asam amino yang dibutuhkan tubuh.
Namun, menjadikan telur sebagai makanan utama untuk menurunkan berat badan tetap perlu dilakukan dengan pertimbangan. Pola diet yang terlalu ketat belum tentu cocok diterapkan dalam jangka panjang.
Dikutip dari Healthline, berikut penjelasan mengenai diet telur rebus dan hal-hal yang perlu diperhatikan.
Apa yang Dimaksud Diet Telur Rebus?
Diet telur rebus atau boiled egg diet merupakan pola makan yang populer setelah diperkenalkan melalui buku Arielle Chandler pada 2018.
Pada dasarnya, pola makan ini mengutamakan telur dan sumber protein rendah lemak dalam menu harian. Selain itu, konsumsi sayuran nonpati dan buah tertentu juga menjadi bagian dari pola diet tersebut.
Diet ini umumnya membatasi karbohidrat dan total kalori. Salah satu versi yang populer mengatur konsumsi telur atau protein rendah lemak pada setiap waktu makan.
Klaim bahwa pola tersebut dapat menurunkan berat badan dalam jumlah besar dalam waktu singkat perlu disikapi hati-hati. Penurunan berat badan sangat bergantung pada kondisi tubuh, jumlah kalori yang dikonsumsi, aktivitas fisik, dan pola makan secara keseluruhan.
Seperti Apa Pola Makannya?
Dalam versi diet yang ketat, sarapan dapat terdiri dari dua butir telur rebus yang dipadukan dengan sayuran nonpati. Buah rendah karbohidrat juga dapat ditambahkan.
Sementara itu, menu makan siang dan makan malam biasanya terdiri dari telur, sayuran nonpati, serta pilihan protein rendah lemak seperti ayam atau ikan.
Beberapa makanan yang umumnya diperbolehkan antara lain:
- Telur: putih dan kuning telur
- Protein rendah lemak: ayam tanpa kulit, ikan, dan daging rendah lemak
- Sayuran nonpati: bayam, brokoli, paprika, tomat, asparagus, dan zucchini
- Buah: berry, jeruk, grapefruit, semangka, dan lemon
- Minyak atau lemak: dalam jumlah terbatas
- Minuman: air putih, kopi tanpa gula, dan teh tanpa gula
- Rempah: bawang putih, basil, kunyit, merica, rosemary, dan oregano
Sebaliknya, pola diet ini membatasi makanan tinggi karbohidrat, sayuran berpati, biji-bijian tertentu, serta berbagai makanan olahan.
Mengapa Telur Bisa Membantu Saat Diet?
Protein menjadi salah satu alasan telur sering dipilih sebagai menu penurunan berat badan. Asupan protein dapat membantu meningkatkan rasa kenyang sehingga keinginan untuk makan berlebihan bisa lebih mudah dikendalikan.
Telur juga relatif rendah kalori. Jika dikombinasikan dengan sayuran dan sumber makanan bergizi lainnya, telur dapat menjadi bagian dari menu yang membantu seseorang mengatur total kalori harian.
Namun, telur bukan makanan ajaib yang secara langsung membakar lemak. Penurunan berat badan terutama terjadi ketika jumlah energi yang dikonsumsi lebih rendah daripada energi yang digunakan tubuh.
Apakah Diet Rendah Karbohidrat Efektif?
Diet telur rebus pada dasarnya termasuk pola makan rendah karbohidrat dan kalori. Pembatasan tersebut dapat membuat seseorang mengalami defisit kalori, yang merupakan salah satu faktor utama dalam penurunan berat badan.
Sejumlah penelitian mengenai diet rendah karbohidrat juga menemukan bahwa pola tersebut dapat membantu menurunkan berat badan dalam jangka pendek.
Penelitian lain terhadap orang dengan indeks massa tubuh 25 atau lebih menunjukkan bahwa pola makan rendah karbohidrat selama beberapa bulan dapat memengaruhi metabolisme dan hormon yang berkaitan dengan rasa lapar.
Meski demikian, hasil setiap orang bisa berbeda. Selain itu, diet yang terlalu membatasi jenis makanan berisiko sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
Jangan Hanya Mengandalkan Telur
Diet telur rebus yang sangat ketat bukan satu-satunya cara untuk menurunkan berat badan. Membatasi terlalu banyak kelompok makanan juga dapat membuat pola makan menjadi kurang beragam dan berpotensi menyulitkan pemenuhan nutrisi.
Untuk hasil yang lebih berkelanjutan, telur sebaiknya ditempatkan sebagai salah satu sumber protein dalam pola makan seimbang. Lengkapi menu dengan sayuran, buah, sumber karbohidrat berkualitas, lemak sehat, dan cukup air.
Aktivitas fisik rutin juga dapat membantu mendukung proses pengelolaan berat badan.
Jadi, telur rebus memang bisa menjadi pilihan menu diet karena tinggi protein dan relatif rendah kalori. Namun, keberhasilan menurunkan berat badan tidak ditentukan oleh telur saja, melainkan oleh pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan.
