
Jakarta – Hidangan berbahan daging menjadi salah satu menu yang banyak dinikmati saat Idul Adha. Namun, setelah menyantap makanan tersebut, sebagian orang mungkin mulai khawatir dengan kadar kolesterol. Selain mengatur kembali pola makan, beberapa minuman bisa menjadi pilihan untuk mendukung kesehatan jantung dan menjaga kadar kolesterol.
Daging, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan berasal dari bagian yang berlemak, dapat menyumbang lemak jenuh serta kolesterol. Asupan lemak jenuh yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah.
Jika kadar LDL terlalu tinggi dan berlangsung dalam jangka panjang, kolesterol dapat berkontribusi terhadap pembentukan plak di dinding pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat mengganggu aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Karena itu, setelah menikmati hidangan daging, penting untuk kembali menerapkan pola makan seimbang. Salah satu caranya adalah memilih minuman yang memiliki kandungan nutrisi dan senyawa alami yang berpotensi membantu menjaga kadar kolesterol.
Mengutip Medical News Today, berikut beberapa minuman yang dapat menjadi pilihan.
1. Teh hijau
Teh hijau mengandung katekin, termasuk epigallocatechin gallate (EGCG), yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa tersebut berpotensi membantu menjaga kadar kolesterol total dan LDL.
Antioksidan dalam teh hijau juga dapat membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Beberapa penelitian telah mengamati kaitan konsumsi teh hijau dengan profil kolesterol yang lebih baik.
Teh hijau dapat dikonsumsi secara rutin dalam jumlah wajar. Namun, konsumsi berlebihan tetap perlu dihindari, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein.
2. Jus tomat
Tomat dapat diolah menjadi minuman yang menyegarkan sekaligus memberikan sejumlah nutrisi. Salah satu senyawa penting di dalamnya adalah likopen, antioksidan yang banyak ditemukan pada buah dan sayuran berwarna merah.
Mengolah tomat menjadi jus dapat membantu meningkatkan ketersediaan likopen untuk diserap tubuh. Tomat juga mengandung serat dan berbagai nutrisi yang dapat mendukung kesehatan jantung.
Agar lebih sehat, sebaiknya jus tomat dibuat tanpa tambahan gula atau pemanis dalam jumlah berlebihan.
3. Air seduhan jahe
Jahe tidak hanya cocok dikonsumsi ketika cuaca dingin. Seduhan jahe juga mengandung senyawa aktif seperti gingerol yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Sejumlah penelitian mengaitkan konsumsi jahe dengan perubahan kadar lipid dalam darah, termasuk trigliserida dan kolesterol. Trigliserida merupakan jenis lemak dalam darah yang juga perlu dikontrol untuk menjaga kesehatan jantung.
Minuman jahe juga dapat menjadi alternatif minuman rendah kalori jika dikonsumsi tanpa banyak tambahan gula.
4. Jus buah naga
Buah naga mengandung serat dan berbagai senyawa antioksidan yang dapat mendukung kesehatan tubuh. Karena kandungan tersebut, buah naga kerap dikaitkan dengan manfaat untuk membantu menjaga kadar kolesterol.
Serat, terutama serat larut, dapat membantu mengurangi penyerapan kolesterol di saluran pencernaan. Sementara itu, kandungan antioksidannya dapat membantu melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Jika dibuat menjadi jus, sebaiknya buah naga tidak dicampur dengan gula atau sirup secara berlebihan agar kandungan kalorinya tetap terkontrol.
5. Minuman berbahan kedelai
Susu kedelai dan berbagai minuman berbahan dasar kedelai juga dapat menjadi pilihan untuk melengkapi pola makan yang ramah jantung.
Kedelai menyediakan protein nabati serta berbagai senyawa seperti isoflavon. Produk kedelai juga umumnya memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan sejumlah sumber protein hewani.
Mengganti sebagian sumber lemak jenuh dengan makanan atau minuman berbahan kedelai dapat membantu mendukung pengelolaan kadar kolesterol.
Heart UK juga merekomendasikan konsumsi sekitar dua hingga tiga porsi makanan atau minuman berbahan kedelai dalam sehari sebagai bagian dari pola makan sehat.
Jangan Hanya Mengandalkan Minuman
Meskipun beberapa minuman di atas berpotensi membantu menjaga profil kolesterol, konsumsinya bukan cara instan untuk menghilangkan kolesterol setelah makan daging.
Pengendalian kolesterol tetap membutuhkan pola makan seimbang, membatasi makanan tinggi lemak jenuh, rutin melakukan aktivitas fisik, menjaga berat badan, serta menerapkan gaya hidup sehat.
Bagi orang yang sudah memiliki kadar kolesterol tinggi atau sedang menjalani pengobatan, perubahan pola makan sebaiknya tetap disesuaikan dengan anjuran dokter atau ahli gizi.
