
Jakarta – Ketika mendengar istilah dehidrasi, rasa haus biasanya menjadi tanda pertama yang terlintas. Padahal, tubuh yang kekurangan cairan dapat menunjukkan sejumlah gejala lain yang tidak selalu langsung dikenali.
Dehidrasi dapat terjadi ketika cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak daripada yang masuk. Kondisi ini bisa dipicu oleh kurang minum, banyak berkeringat, aktivitas fisik berat, cuaca panas, demam, maupun kondisi lain yang menyebabkan kehilangan cairan.
Jika tidak segera ditangani, kekurangan cairan dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh. Karena itu, mengenali perubahan yang muncul sejak awal penting dilakukan.
Berikut beberapa tanda yang bisa muncul ketika tubuh mulai mengalami kekurangan cairan.
1. Mulut Terasa Kering dan Napas Menjadi Kurang Sedap
Bau mulut ternyata tidak selalu berkaitan dengan makanan atau kebersihan gigi. Kondisi tersebut juga dapat muncul ketika produksi air liur berkurang.
Saat tubuh kekurangan cairan, jumlah air liur yang dihasilkan dapat menurun. Padahal, air liur membantu menjaga kondisi rongga mulut dan menghambat pertumbuhan bakteri.
Ketika mulut menjadi lebih kering, bakteri dapat berkembang lebih mudah sehingga napas terasa kurang sedap. Kondisi serupa juga dapat terjadi ketika seseorang baru bangun tidur.
2. Kram atau Kejang pada Otot
Kram otot menjadi salah satu keluhan yang patut diperhatikan, terutama setelah berolahraga atau terlalu lama berada di tempat panas.
Tubuh kehilangan cairan dan elektrolit melalui keringat. Jika kehilangan tersebut cukup banyak dan tidak segera digantikan, kontraksi otot dapat terganggu dan menimbulkan kram.
CDC memasukkan kram otot sebagai salah satu gejala yang dapat muncul pada kondisi terkait panas dan dehidrasi. Risiko ini lebih besar ketika seseorang melakukan aktivitas fisik dalam suhu tinggi.
Karena itu, orang yang banyak berkeringat perlu memperhatikan asupan cairan dan beristirahat di tempat yang lebih sejuk.
3. Sakit Kepala hingga Pusing
Kepala yang terasa sakit atau tubuh mendadak pusing juga dapat menjadi sinyal bahwa asupan cairan belum mencukupi.
Dehidrasi dapat terjadi bersamaan dengan kondisi seperti kelelahan akibat panas. CDC mencantumkan sakit kepala, pusing, dan lemas sebagai gejala yang dapat muncul pada gangguan akibat panas.
Meski begitu, sakit kepala memiliki banyak kemungkinan penyebab. Jadi, keluhan ini tidak otomatis berarti seseorang mengalami dehidrasi.
Jika muncul setelah beraktivitas di cuaca panas atau ketika jarang minum, segera beristirahat di tempat sejuk dan mencukupi kebutuhan cairan dapat menjadi langkah awal.
4. Kulit Terasa Kering
Perubahan pada kulit juga bisa terjadi ketika tubuh kehilangan banyak cairan. Kulit dapat terasa lebih kering dan pada kondisi tertentu tampak berbeda dari biasanya.
Namun, kondisi kulit bukan satu-satunya cara untuk menentukan seseorang mengalami dehidrasi. Kulit kering juga dapat disebabkan oleh cuaca, penggunaan produk tertentu, atau berbagai kondisi lainnya.
Karena itu, tanda ini sebaiknya diperhatikan bersama gejala lain, seperti rasa haus, urine yang lebih sedikit atau berwarna lebih gelap, pusing, dan lemas. CDC mencantumkan berkurangnya frekuensi buang air kecil serta urine berwarna lebih gelap sebagai tanda yang dapat menyertai dehidrasi.
5. Ingin Mengonsumsi Makanan Manis
Keinginan mendadak untuk menyantap makanan manis terkadang juga disebut sebagai salah satu tanda yang dapat muncul ketika tubuh kekurangan cairan. Namun, hubungan ini tidak sekuat tanda-tanda dehidrasi seperti haus, sakit kepala, pusing, urine yang lebih pekat, atau kram.
Keinginan makan makanan tertentu dapat dipengaruhi banyak hal, termasuk kebiasaan makan, rasa lapar, kurang tidur, hingga perubahan kadar gula darah. Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa keinginan mengonsumsi makanan manis berarti tubuh sedang mengalami dehidrasi.
Jika muncul bersamaan dengan gejala kekurangan cairan lainnya, sebaiknya perhatikan kembali apakah kebutuhan minum sepanjang hari sudah terpenuhi.
Jangan Tunggu Haus untuk Minum
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda dan dapat meningkat ketika cuaca panas atau seseorang melakukan aktivitas fisik. CDC menyarankan untuk tetap minum secara teratur dan tidak selalu menunggu sampai merasa haus.
Selain memperhatikan rasa haus, warna urine dan frekuensi buang air kecil juga dapat menjadi petunjuk sederhana mengenai kondisi hidrasi tubuh.
Jika gejala semakin berat, terutama setelah terpapar panas, muncul kebingungan, pingsan, muntah terus-menerus, atau suhu tubuh meningkat tinggi, kondisi tersebut dapat mengarah pada gangguan akibat panas yang serius dan membutuhkan pertolongan medis segera.
