
Jakarta – Kesehatan mental tidak hanya dipengaruhi oleh pola tidur dan aktivitas fisik, tetapi juga oleh apa yang dikonsumsi setiap hari. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola makan sehat dapat membantu menjaga suasana hati sekaligus menurunkan risiko stres dan depresi.
Salah satu alasannya adalah adanya hubungan erat antara usus dan otak (gut-brain axis). Di dalam saluran pencernaan hidup triliunan mikroorganisme yang berperan dalam memengaruhi produksi serotonin, senyawa yang berkaitan dengan suasana hati.
Menariknya, sekitar 95 persen serotonin diproduksi di usus. Karena itu, menjaga kesehatan mikrobiota usus dinilai penting untuk mendukung keseimbangan emosi.
Mengutip A Healthier Michigan, berikut beberapa jenis makanan yang berpotensi membantu menjaga kesehatan mental.
1. Makanan Kaya Probiotik
Probiotik merupakan bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam usus. Kehadirannya berperan dalam mendukung proses pencernaan sekaligus membantu tubuh menyerap nutrisi secara optimal.
Sumber probiotik dapat ditemukan pada berbagai makanan fermentasi, seperti yogurt, kefir, kimchi, kombucha, hingga sauerkraut. Konsumsi makanan tersebut secara rutin dipercaya membantu menjaga kesehatan saluran cerna dan mendukung sistem kekebalan tubuh.
2. Makanan Mengandung Prebiotik
Jika probiotik adalah bakteri baik, maka prebiotik merupakan serat yang menjadi sumber makanannya.
Prebiotik banyak terdapat pada apel, pisang, bawang, asparagus, gandum utuh, kacang-kacangan, chia seed, flaxseed, serta beragam sayuran hijau. Asupan serat yang cukup membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus sekaligus dikaitkan dengan penurunan risiko sejumlah penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
3. Sumber Asam Lemak Omega-3
Omega-3 merupakan lemak sehat yang penting untuk menjaga fungsi sel dan mendukung kesehatan otak.
Nutrisi ini dapat diperoleh dari ikan berlemak seperti salmon, tuna, sarden, dan rainbow trout. Selain itu, sumber nabatinya meliputi walnut, chia seed, flaxseed, serta edamame.
Konsumsi omega-3 secara rutin dikaitkan dengan kesehatan usus yang lebih baik dan membantu menjaga fungsi metabolisme tubuh.
4. Makanan Antiinflamasi
Peradangan kronis diduga berhubungan dengan berbagai gangguan kesehatan, termasuk masalah kesehatan mental.
Karena itu, makanan yang memiliki sifat antiinflamasi dianjurkan untuk dimasukkan ke dalam pola makan sehari-hari. Contohnya adalah alpukat, bayam, kale, brokoli, dan Brussels sprouts.
Selain sayuran, buah-buahan seperti blueberry, stroberi, dan grapefruit juga kaya antioksidan yang membantu melawan peradangan. Konsumsi makanan tersebut dikaitkan dengan risiko kecemasan dan depresi yang lebih rendah.
5. Air Putih
Meski sederhana, air putih memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk fungsi sistem pencernaan.
Hidrasi yang cukup membantu berbagai proses metabolisme berlangsung dengan baik serta mendukung keseimbangan suasana hati. Sebaliknya, konsumsi minuman tinggi gula, seperti soda dan minuman berenergi, dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan, termasuk depresi.
Karena itu, memenuhi kebutuhan cairan harian dengan air putih tetap menjadi pilihan terbaik sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Selain mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kesehatan mental juga perlu didukung dengan tidur yang cukup, rutin berolahraga, mengelola stres, serta membangun hubungan sosial yang baik. Kombinasi kebiasaan tersebut dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan pikiran secara menyeluruh.
