
Jakarta – Gangguan pencernaan seperti perut kembung, mual, nyeri ulu hati, dan rasa tidak nyaman ternyata bisa dibantu dengan sejumlah rempah yang mudah ditemukan di dapur. Bukan hanya jahe, beberapa rempah lain juga memiliki senyawa yang berpotensi mendukung kesehatan sistem pencernaan.
Masalah pada sistem pencernaan termasuk kondisi yang cukup umum. Data menunjukkan sekitar 60 hingga 70 juta orang mengalami gangguan pencernaan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan saluran cerna adalah memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Beberapa bahan alami bahkan diketahui memiliki kandungan yang dapat membantu meredakan gejala pencernaan tertentu. Dikutip dari Real Simple, berikut sejumlah rempah yang bisa menjadi pilihan untuk mendukung pencernaan.
1. Peppermint
Berbeda dengan jahe yang memberikan sensasi hangat, peppermint memberikan rasa sejuk. Menurut ahli diet dan herbal Jenna Volpe, rempah ini juga berpotensi memberikan manfaat bagi orang yang mengalami sindrom iritasi usus atau IBS.
Sejumlah penelitian klinis kecil menemukan bahwa ekstrak daun peppermint dalam kapsul lepas lambat dapat membantu mengurangi gejala IBS. Analisis meta pada 2019 juga menunjukkan manfaat peppermint, terutama dalam membantu meredakan nyeri perut.
Minyak peppermint juga diteliti karena potensinya dalam membantu mengatasi dispepsia. Meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan, Volpe menilai peppermint dapat menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan.
2. Biji Adas
Biji adas sudah lama digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional, termasuk Ayurveda dan Pengobatan Tradisional Tiongkok. Rempah ini dikenal memiliki sifat yang mendukung fungsi pencernaan.
” Biji adas terkenal dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok dan Ayurveda karena sifatnya yang mendukung pencernaan,” ujar Volpe.
Di sejumlah wilayah Asia Tenggara, biji adas juga kerap dikonsumsi setelah makan. Penelitian menunjukkan rempah tersebut berpotensi membantu mengurangi rasa terlalu kenyang, mual, serta dispepsia atau ketidaknyamanan di bagian ulu hati.
Tidak hanya bijinya, bagian lain dari tanaman adas seperti umbi dan tangkainya juga dapat dikonsumsi. Tanaman ini mengandung senyawa antioksidan dan anti-inflamasi.
3. Kunyit
Kunyit selama ini lebih dikenal sebagai rempah dengan kandungan anti-inflamasi. Manfaat tersebut membuatnya kerap dikaitkan dengan berbagai kondisi, mulai dari nyeri sendi hingga masalah kulit. Namun, potensinya juga mencakup kesehatan saluran pencernaan.
“Sifat anti-inflamasi pada kunyit cocok untuk orang dengan penyakit radang usus atau inflamasi saluran pencernaan secara fungsional,” jelas Volpe.
Kunyit juga disebut dapat membantu proses pencernaan lemak. Volpe mengatakan efek tersebut serupa dengan jahe jika kunyit dikonsumsi sekitar 15 hingga 20 menit sebelum makan.
Bagi sebagian orang, kunyit juga dinilai lebih kecil kemungkinannya memicu rasa mulas atau refluks dibandingkan jahe.
4. Jinten
Jinten atau cumin merupakan rempah yang banyak digunakan dalam masakan berbagai negara, termasuk India, Timur Tengah, dan Meksiko. Selain memberikan aroma dan rasa khas pada makanan, rempah ini juga telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional.
Menurut ahli diet Yi Min Teo, terdapat bukti klinis yang menunjukkan jinten berpotensi mendukung proses pencernaan.
“Ada bukti klinis bahwa jinten dapat meningkatkan pencernaan dan aktivitas enzim pencernaan (a-amilase), membantu pemecahan nutrisi, mengurangi kembung dan gas,” ujarnya.
Penelitian yang dilakukan pada 2023 juga menemukan potensi jinten terhadap metabolisme dan kesehatan jantung. Namun, bukti mengenai dosis serta efektivitasnya masih belum konsisten sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.
5. Adas Manis
Bagi orang yang mengalami IBS, adas manis juga menjadi salah satu rempah yang menarik perhatian. Tanaman yang masih satu keluarga dengan peterseli ini mempunyai cita rasa yang menyerupai licorice.
Penelitian menunjukkan adas manis berpotensi lebih efektif dibandingkan plasebo atau obat tertentu dalam membantu meredakan gejala IBS.
Volpe menjelaskan bahwa kapsul minyak adas yang dikonsumsi sebelum makan dapat membantu mengurangi sejumlah keluhan, termasuk gas, kembung, dan rasa tidak nyaman di perut.
Adas manis juga telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Tanaman ini memiliki sifat antivirus dan sejumlah senyawanya bahkan telah diekstrak untuk digunakan dalam pengobatan flu.
Meski demikian, manfaat rempah-rempah tersebut sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan pengganti pengobatan medis. Jika gangguan pencernaan berlangsung terus-menerus atau semakin parah, pemeriksaan oleh tenaga medis tetap diperlukan.
