
Jakarta – Pistachio belakangan menjadi salah satu bahan favorit dalam berbagai hidangan viral. Mulai dari croissant, es krim, minuman, hingga aneka dessert, kacang berwarna hijau ini kerap memberi kesan mewah. Namun, benarkah pistachio memang menyehatkan atau hanya ikut populer karena tren?
Menurut ahli gizi, pistachio termasuk salah satu jenis kacang yang memiliki profil nutrisi baik. Selain kaya serat dan protein, kacang ini juga mengandung lemak tak jenuh yang bermanfaat untuk kesehatan jantung serta membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Mengutip Daily Mail, satu porsi pistachio sekitar 30 gram atau segenggam kecil mengandung kurang lebih 160 kalori, 6 gram protein, 3 gram serat, dan sekitar 13 gram lemak yang sebagian besar berupa lemak tak jenuh.
Serat di dalam pistachio membantu menjaga kesehatan saluran cerna sekaligus mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Kombinasi serat dan protein juga memperlambat penyerapan gula sehingga kadar energi tubuh lebih stabil setelah makan.
Walaupun kadar lemaknya cukup tinggi, sebagian besar berasal dari lemak tak jenuh yang dikenal lebih baik bagi kesehatan kardiovaskular. Kandungan lemak jenuhnya relatif rendah sehingga tetap aman dikonsumsi selama porsinya tidak berlebihan.
Dari sisi kalori, pistachio memang termasuk camilan padat energi. Namun kandungan protein dan serat yang tinggi membuatnya lebih mengenyangkan dibandingkan banyak camilan olahan. Beberapa penelitian jangka panjang bahkan menunjukkan konsumsi kacang secara rutin tidak selalu berkaitan dengan kenaikan berat badan.
Tak hanya itu, pistachio juga menyediakan beragam vitamin dan mineral penting, seperti vitamin B6, vitamin E, kalium, magnesium, serta fosfor. Kacang ini juga mengandung antioksidan, termasuk lutein, zeaxanthin, dan polifenol yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Meski memiliki banyak manfaat, tidak semua makanan berbahan pistachio memberikan efek kesehatan yang sama. Produk seperti krim pistachio, cokelat isi pistachio, maupun dessert kekinian umumnya mengandung tambahan gula, krim, dan lemak jenuh dalam jumlah cukup tinggi.
Pada produk olahan tersebut, pistachio sering kali hanya menjadi pemberi rasa atau aroma, bukan komponen utama. Karena itu, manfaat gizinya tidak sebesar jika kacang ini dikonsumsi dalam bentuk asli.
Jika ingin memperoleh manfaat maksimal, pilih pistachio utuh yang dipanggang tanpa tambahan gula atau garam berlebihan. Dengan cara tersebut, tubuh dapat memperoleh kandungan protein, serat, lemak sehat, serta antioksidan tanpa tambahan kalori yang tidak diperlukan.
