
PEMERINTAH menargetkan sebanyak 40 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dapat beroperasi secara penuh pada akhir 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat fondasi ekonomi di tingkat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyatakan bahwa fokus pemerintah saat ini tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik infrastruktur koperasi. Pemerintah tengah menggencarkan penyiapan sumber daya manusia (SDM) agar pengelolaan KDMP dapat berjalan secara profesional sejak hari pertama beroperasi.
“Kami menyiapkan manajer KDMP melalui pelatihan manajerial yang terstruktur. Tujuannya agar mereka memiliki kapasitas dan kompetensi untuk membangun, mengembangkan, dan mengelola koperasi secara profesional,” ujar Farida dilansir dari Antara, Sabtu (11/7).
Menurut Farida, keberhasilan program KDMP sangat bergantung pada kualitas pengelola, bukan sekadar ketersediaan bangunan. Oleh karena itu, calon manajer akan dibekali pemahaman mendalam mengenai tata kelola koperasi, manajemen usaha, hingga standar pelayanan kepada anggota dan masyarakat desa.
Agenda pelatihan bagi para calon manajer koperasi ini dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 31 Juli 2026. Program ini diharapkan mampu mencetak tenaga profesional yang dapat menjadikan KDMP sebagai pusat kegiatan ekonomi desa sekaligus motor penggerak kesejahteraan masyarakat setempat.
Berdasarkan data Sistem Informasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) per 9 Juli 2026, progres pembangunan fisik menunjukkan tren positif. Dari total 35.870 titik pembangunan yang telah terverifikasi, sekitar 20 ribu unit saat ini sedang dalam tahap konstruksi.
Sementara itu, sebanyak 15.500 unit Kopdes Merah Putih dilaporkan telah rampung 100 persen. Pemerintah terus mempercepat integrasi antara penyelesaian infrastruktur dan peningkatan kapasitas SDM guna memastikan target 40.000 unit operasional di akhir 2026 tercapai tepat waktu.
