
Jakarta – Kepolisian mengungkap motif di balik pembunuhan sekaligus perampasan sepeda motor milik seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial ATP di wilayah Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten. Tersangka Rahmat Dimas mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena tertekan persoalan biaya pernikahan.
Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Arief Ryzki Wicaksana, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku mendapat tekanan dari orang tuanya agar segera menikah.
Menurut pengakuannya, Dimas awalnya membawa sebilah pisau dengan niat mengakhiri hidup. Namun saat melintas di kawasan Perumahan Villa Taman Bandara, Dadap, Kosambi, ia melihat korban sedang tertidur di dekat sepeda motornya. Kesempatan itu kemudian memunculkan niat untuk mencuri kendaraan tersebut.
Pelaku berusaha mengambil kunci motor dari saku korban. Akan tetapi, korban terbangun dan memberikan perlawanan. Dalam situasi itu, tersangka menusukkan pisau ke tubuh korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia, kemudian membawa kabur sepeda motor milik korban.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (12/7) sekitar pukul 03.50 WIB. Setelah melakukan aksinya, Dimas melarikan diri dan berpindah tempat untuk menghindari kejaran aparat.
Tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya akhirnya berhasil menangkap pelaku pada Selasa (14/7) sekitar pukul 00.30 WIB di sebuah rumah kontrakan di kawasan Jalan Bunderan Kamal, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.
Saat proses penangkapan berlangsung, tersangka disebut melakukan perlawanan terhadap petugas. Polisi kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki pelaku agar dapat segera diamankan.
Dalam rekaman video yang beredar, Dimas terlihat dibawa ke Polda Metro Jaya dengan kondisi kaki telah diperban akibat luka tembak yang dialaminya saat penangkapan.
