
Jakarta – Kisah mengharukan datang dari seorang pengusaha restoran barbecue di Kota Zhengzhou, Provinsi Henan, China. Meski tempat usahanya mengalami kebakaran akibat kelalaian seorang karyawan, sang pemilik memilih memberikan maaf dan menolak meminta ganti rugi.
Keputusan tersebut menarik perhatian publik karena dinilai menunjukkan kepedulian terhadap karyawannya. Sikap itu bahkan membuat banyak orang memberikan dukungan hingga restoran kembali dipadati pelanggan setelah beroperasi lagi.
Berdasarkan laporan South China Morning Post (11/07/2026), pemilik restoran bernama Liang, 45 tahun, telah menggeluti bisnis kuliner selama lebih dari 20 tahun. Di restorannya, ia mempekerjakan lebih dari 20 pegawai, termasuk seorang juru masak bernama Liu yang telah bekerja selama tujuh tahun.
Insiden bermula ketika terjadi pergantian sif kerja di dapur. Liu secara tidak sengaja meninggalkan kompor yang masih menyala di bawah wajan berisi minyak. Api kemudian membesar dengan cepat hingga menjalar ke dapur, gudang, serta ruang makan VIP.
Melihat kebakaran terjadi, Liu berusaha memadamkan api menggunakan selimut tahan api dan alat pemadam kebakaran. Di sisi lain, pelanggan yang berada di lokasi segera menghubungi petugas pemadam kebakaran sekaligus memindahkan sejumlah sepeda listrik yang berada di sekitar restoran agar tidak ikut terbakar.
Petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bangunan restoran mengalami kerusakan yang cukup besar sehingga operasional sempat dihentikan.
Merasa bertanggung jawab, Liu membuat surat pengakuan utang dan menawarkan penggantian kerugian dengan cara pemotongan gajinya sebesar 3.000 yuan atau sekitar Rp8 juta setiap bulan.
Akan tetapi, Liang justru merobek surat tersebut di depan karyawannya. Ia menenangkan Liu sambil mengatakan bahwa mereka akan menghadapi persoalan itu bersama-sama.
Menurut Liang, membebankan seluruh biaya kerusakan kepada seorang pegawai hanya akan menghancurkan kehidupan karyawan beserta keluarganya. Karena alasan itu, ia memutuskan menanggung sendiri seluruh kerugian akibat kebakaran.
Sikap Liang mendapat apresiasi dari banyak pihak. Rekan-rekan kerja turut mengumpulkan bantuan dana, pemilik gedung memberikan keringanan biaya sewa, perusahaan layanan pesan antar makanan membantu modal operasional, sementara pihak pengelola properti ikut memperbaiki bangunan yang rusak.
Berkat dukungan tersebut, restoran barbecue milik Liang kini telah kembali melayani pelanggan. Banyak orang sengaja datang dari berbagai wilayah di China sebagai bentuk dukungan atas sikap bijaksana sang pemilik.
Selama restoran menjalani proses perbaikan, Liang juga tetap memberikan tunjangan kepada seluruh pegawainya. Kebijakan itu membuat seluruh karyawan memilih bertahan dan tidak ada yang mengundurkan diri.
